Bechannel – Kabar menggembirakan datang untuk masyarakat Kabupaten Pesisir Barat. Daerah paling barat Provinsi Lampung ini dipastikan dalam waktu dekat akan memiliki Pos Search and Rescue (SAR) sendiri. Kehadiran Pos SAR tersebut menjadi langkah strategis yang sejak lama dinantikan guna memperkuat penanganan kebencanaan di wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi.
Kepastian rencana pendirian Pos SAR itu dikonfirmasi langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Barat, Roby Arfan, usai melaksanakan audiensi dengan jajaran Kantor Basarnas Lampung pada pertengahan Januari lalu. Hal tersebut disampaikannya kepada awak media pada Selasa, 27 Januari.
Roby Arfan menjelaskan, hasil audiensi tersebut menjadi pintu masuk yang sangat serius bagi pendirian Pos SAR di Kabupaten Pesisir Barat. Pemerintah daerah, kata dia, menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan perlindungan keselamatan masyarakat, khususnya dalam menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Sebagai bentuk keseriusan Pemkab Pesibar dalam hal ini Bupati, kami sudah menyiapkan lahan untuk berdirinya Basarnas Pos Pesisir Barat. Bahkan jika memang dibutuhkan segera, kami juga telah menyiapkan bangunan sementara yang bisa langsung ditempati, lokasinya tidak jauh dari Dinas Perikanan,” ujar Roby.
Urgensi kehadiran Pos SAR di Pesisir Barat bukan tanpa alasan. Kabupaten ini tercatat masuk dalam peringkat ke-19 daerah dengan risiko bencana tertinggi dari 514 kabupaten/kota di Indonesia. Berdasarkan data BPBD setempat, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, rata-rata terjadi hampir 150 kejadian bencana setiap tahunnya, dengan total korban mencapai 34 jiwa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 orang dinyatakan hilang dan meninggal dunia. Kondisi ini menempatkan Pesisir Barat sebagai wilayah dengan risiko bencana tertinggi di Provinsi Lampung. Letak geografis yang diapit gugusan Bukit Barisan dan Samudera Hindia semakin memperbesar potensi terjadinya berbagai jenis bencana, mulai dari banjir, longsor, hingga gelombang tinggi.
Selama ini, proses pencarian dan pertolongan korban bencana di Pesisir Barat masih sangat bergantung pada tim SAR dari Kabupaten Tanggamus. Jarak tempuh yang bisa mencapai lebih dari empat jam kerap menjadi kendala serius, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
Menurut Roby, kondisi tersebut menjadi alasan utama mengapa keberadaan Pos SAR di Pesisir Barat sudah sangat mendesak. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat terus melakukan koordinasi intensif dengan Basarnas dan pihak terkait agar proses pendirian Pos SAR dapat segera direalisasikan.
Ia berharap, dengan hadirnya Pos SAR di Pesisir Barat, upaya mitigasi, pencarian, dan penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih cepat, efektif, dan maksimal. Selain itu, Pos SAR juga diharapkan menjadi pusat penguatan kapasitas tim gabungan dalam meningkatkan keterampilan serta kompetensi personel penanggulangan bencana.
Terlebih lagi, Kabupaten Pesisir Barat dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bertaraf internasional. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan penanganan bencana menjadi faktor krusial dalam menjamin keselamatan masyarakat, wisatawan, serta seluruh pihak yang beraktivitas di wilayah tersebut.

