Bechannel – VinFast terus mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik di Provinsi Lampung sebagai bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan berbahan bakar fosil.
Hal tersebut disampaikan Owner VinFast Lampung, Dewa Nyoman, saat pembukaan dealer VinFast di Jalan Tengku Umar, Bandar Lampung, Selasa (29/9/2026).
Anggota DPR-MPR Rahmawati Herdian Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Lampung Selatan
Dewa mengatakan, kehadiran VinFast di Lampung tidak hanya menawarkan produk kendaraan listrik, tetapi juga membangun ekosistem pendukung, mulai dari fasilitas pengisian daya hingga mesin penukaran baterai atau battery swap.
“Konversi dari kendaraan fosil ke listrik itu harus dipercepat. Karena itu terkait dengan efisiensi. Itu wajib. Makanya untuk Lampung kita percepat semuanya,” kata Dewa.
Menurutnya, VinFast juga menyiapkan pengembangan jaringan di Lampung. Setelah pembukaan dealer tersebut, perusahaan berencana menambah empat titik atau jaringan baru dalam waktu dekat.
Dewa menyebut, hingga saat ini terdapat sekitar 429 mesin swap battery yang telah tersedia di Lampung. Fasilitas tersebut juga dikembangkan melalui kerja sama di sejumlah lokasi, termasuk masjid.
Selain infrastruktur, VinFast menawarkan garansi kendaraan hingga enam tahun. Dewa menegaskan, produk yang ditawarkan merupakan sepeda motor listrik yang memiliki karakteristik dan fungsi seperti sepeda motor pada umumnya.
Badminton Open 2026 Jadi Wadah Lahirkan Talenta Baru Lampung
“Kita masuk ke Lampung, masuk ke Indonesia itu tidak hanya dengan produk, tapi kita bawa ekosistem yang luar biasa besar,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, pembelian pertama unit Evo VinFast juga terjadi pada hari pembukaan tersebut. Transaksi itu menjadi bagian awal dari pemasaran motor listrik VinFast di Lampung.
Dewa menambahkan, VinFast menargetkan kontribusi kendaraan listrik sebesar 10 persen dari pasar kendaraan di Lampung pada 2027. Target tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan berbahan bakar bensin menuju kendaraan listrik.
“Target dari perusahaan kami itu 10 persen market Lampung 2027 harus bergeser. Sepuluh persen itu konversi dari bensin ke listrik,” pungkasnya.

