Bechannel – Kawasan Kota Baru kini tengah bersiap bertransformasi menjadi ikon baru Provinsi Lampung. Melalui konsep Eco-Sport Tourism, lahan di kawasan ini akan dikembangkan sebagai pusat pembinaan atlet sekaligus destinasi wisata berbasis lingkungan.
Langkah ini diperkuat dengan adanya sinergi antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Lampung, dan Yayasan Sahabat Alam selaku pengelola Taman Kehati.
Sinergi Prestasi dan Kelestarian Lingkungan
Ketua KONI Lampung, Taufik Hidayat, menyambut optimis pemanfaatan lahan Kota Baru untuk cabang olahraga luar ruangan (outdoor). Berdasarkan kajian mendalam, karakteristik daratan dan perairan di lokasi tersebut dinilai sangat ideal bagi para atlet.
”Kami terus melakukan analisis agar setiap cabang olahraga yang ditempatkan di sana selaras dengan visi keberlanjutan. Tujuannya agar Lampung memiliki kawasan hijau yang profesional, produktif, namun tetap lestari,” ujar Taufik.
Taman Kehati: Dari Konservasi Menuju Ruang Kolaborasi
Senada dengan KONI, Ketua KORMI Lampung, Ansori Djausal, menegaskan bahwa Taman Kehati kini diproyeksikan menjadi ruang kolaborasi multifungsi. Selain sebagai benteng pelestarian tanaman lokal, kawasan ini akan mengintegrasikan aspek edukasi, pariwisata, dan olahraga alam.
Ansori meyakini sektor sport tourism ini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, serupa dengan kesuksesan ajang internasional Tour de Singkarak.
”Kehadiran atlet dan pengunjung akan memutar roda ekonomi lokal, mulai dari UMKM kuliner hingga penginapan di sekitar kawasan,” kata Ansori.
Prioritas Fasilitas dan Ekonomi Kreatif
Pembangunan fasilitas di Taman Kehati dipastikan akan dilakukan secara selektif. Berikut adalah beberapa poin utama pengembangannya:
Area Panahan: Menjadi prioritas utama karena membutuhkan lahan terbuka luas.
Pasar Kehati: Sentra ekonomi kreatif yang akan menjual buah-buahan segar dan bibit tanaman khas Lampung.
Fasilitas Publik: Pembangunan jogging track untuk menarik minat masyarakat berolahraga setiap hari.
Prinsip Fungsional: Pembangunan berbasis kebutuhan kegiatan, bukan sekadar proyek fisik, guna menjaga fungsi kawasan sebagai “paru-paru kota”.
Pionir Kemitraan Lingkungan dan Olahraga
Pengelola Taman Kehati dari Yayasan Sahabat Alam, Herawati Sukardi Djausal, menyebut kerja sama antara pengelola lingkungan dan dunia olahraga ini merupakan pionir atau yang pertama di Indonesia.
Menurutnya, aktivitas komunitas yang produktif justru akan mempercepat program konservasi. Tanpa adanya kegiatan nyata, pengembangan hutan konservasi dikhawatirkan akan berjalan lambat.
Dengan akses infrastruktur jalan yang semakin memadai, pemerintah daerah berharap Kota Baru dapat menjadi magnet baru bagi ajang olahraga tingkat nasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan harmoni antara gaya hidup sehat masyarakat modern dengan kelestarian alam Lampung.

