Bechannel – Keseriusan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) ditunjukkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung dengan membentuk tim khusus penunjang pemulihan atlet prestasi. Tim ini disiapkan untuk memastikan kondisi kesehatan, gizi, hingga pengawasan doping atlet tetap terkontrol selama menjalani program pembinaan.
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, Senin (23/2) di ruang kerjanya menegaskan, pembentukan tim ini menjadi langkah strategis agar penanganan cedera atlet dapat dilakukan lebih cepat dan terukur sebelum dirujuk ke perawatan lanjutan.
Taufik Hidayat Serahkan SK KONI Lampung Tengah 2025-2029
“Cedera atlet prestasi harus bisa langsung ditangani. Selain memantau kesehatan akibat cedera, tim ini juga mengawasi aspek gizi dan potensi doping,” ujarnya.
Tim pemulihan tersebut diketuai dr. Imam Ghozali, Sp.An., KMN., M.Kes, dengan total 16 personel. Komposisinya mencakup lima dokter yang terdiri dari dokter umum, ahli gizi, hingga dokter spesialis cedera. Struktur tim terbagi dalam bidang kesehatan fisik, kesehatan mental, gizi, doping, maseur dan fisioterapi, serta tim penghubung.
Menariknya, personel tidak hanya berasal dari internal pengurus dan staf KONI, tetapi juga melibatkan sejumlah dokter ahli dari luar organisasi guna memperkuat layanan medis atlet.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, menjelaskan pada pelaksanaannya tim akan bersiaga di kantor KONI. Klinik kesehatan atlet dapat diakses setiap hari kerja, dengan dokter jaga minimal dua kali dalam sepekan.
“Selain dokter jaga, tim maseur dan fisioterapi juga akan standby. Kami menempatkan tenaga medis terbaik sesuai kebutuhan pembinaan atlet,” jelasnya.
Dengan pembentukan tim ini, KONI Lampung berharap program pembinaan menuju PON berjalan lebih optimal. Penanganan cedera yang cepat, pengawasan nutrisi yang tepat, serta kontrol doping yang ketat menjadi fondasi penting agar atlet Lampung tampil dalam kondisi prima saat bertanding nanti.

