Bechanel – Kiprah atlet-atlet Lampung yang tergabung dalam Intan Group Athletic Club (IGATC) kian menunjukkan tajinya di level nasional. Tampil pada Kejuaraan Atletik Jawa Timur Open 2026 yang digelar di Lapangan Oentoeng Poedjadi, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), 1–3 Mei, kontingen kecil berisi empat atlet sukses membawa pulang satu medali emas dan tiga perak.
Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa IGATC mulai berkembang sebagai salah satu pusat pembinaan atletik potensial di Lampung.
Perolehan medali dibuka oleh Malik Ibrahim yang meraih perak pada nomor lempar cakram putra di hari pertama. Performa solid itu berlanjut di hari kedua ketika Dedi Yusuf tampil impresif pada nomor lontar martil. Lemparannya sejauh 51,86 meter mengantarkannya meraih medali emas.
Sapu Bersih! IPSI Lampung Guncang Banten Open Championship, Borong Emas Hingga Gelar Pesilat Terbaik
Menariknya, Malik kembali menyumbang medali perak di nomor yang sama, memperlihatkan kekuatan Lampung di sektor nomor lempar.
Dari kelompok usia muda, atlet U-18 Landrycus Bryan Vrilliyano turut menyumbang perak pada nomor lari gawang 110 meter dengan catatan waktu 14,86 detik. Sementara rekannya, Muhammad Hafiz, yang turun di nomor jalan cepat 5.000 meter U-18, belum berhasil menembus tiga besar.
Manajer tim IGATC, Andre Hari Wibowo, menyebut hasil ini sebagai gambaran progres positif dari pembinaan yang selama ini dijalankan.
“Ini hasil yang patut disyukuri. Atlet-anak kami mulai menunjukkan kematangan, terutama saat menghadapi tekanan di kompetisi nasional,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang ini tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mental bertanding.
Indah Sabet Emas di Mandurah Oceania Open 2026
“Kami ingin mereka terbiasa bersaing dengan atlet terbaik dari berbagai daerah. Ini menjadi langkah awal menuju target yang lebih besar, termasuk PON mendatang,” tambahnya.
Apresiasi juga datang dari Pembina IGATC, Jeremy Gozal. Ia menilai capaian tersebut sebagai bukti bahwa kerja keras atlet dan tim pelatih mulai membuahkan hasil.
“Persaingan di kejuaraan ini sangat ketat, jadi hasil ini menunjukkan bahwa IGATC sudah berada di jalur yang tepat untuk bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan melalui peningkatan fasilitas, kualitas latihan, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi atlet untuk tampil di berbagai kejuaraan.
“Kami ingin membangun ekosistem yang mendukung atlet Lampung berkembang maksimal, bahkan hingga ke level internasional,” tegasnya.
Hasil di Jatim Open 2026 ini sekaligus mempertegas peran IGATC sebagai salah satu motor penggerak kebangkitan atletik Lampung, dengan harapan besar menatap ajang-ajang bergengsi seperti PON 2028.

