Namun, orang yang penyakit maagnya bersifat akut (muncul tiba-tiba) dengan gejala sangat parah diperbolehkan tidak berpuasa.
3. Penderita diabetes yang tidak stabil
Penderita diabetes yang gula darahnya tidak stabil juga boleh untuk tidak berpuasa.
Termasuk pasien diabetes yang masih bergantung pada suntikan hormon insulin harian dalam dosis tinggi, dan penderita komplikasi diabetes seperti kerusakan pada mata, kerusakan ginjal, atau pun kerusakan saraf di tangan serta kaki.
Baca Juga Sebelum Lebaran, THR dan Tukin ASN Bandar Lampung Cair
Risiko bahaya terbesar dari puasa jika diabetes Anda tidak terkontrol dengan baik adalah mengalami hipoglikemia.
4. Lansia
Orangtua atau lansia yang sehat boleh ikut berpuasa. Tetapi, orangtua yang menderita penyakit kronis mungkin dibolehkan tidak puasa karena bisa membahayakan kesehatan mereka.
Lansia dengan penyakit kronis mungkin wajib mengonsumsi obat-obatan setiap hari dan karena itu tidak boleh melewatkan jam makan.
Baca Juga Tekan Harga Sembako, Pasar Murah di Bandar Lampung Dalam Sehari Dilaksanakan 3 Titik
Lansia yang termasuk sangat kurus atau kekurangan gizi (underweight) juga dianjurkan untuk tidak berpuasa.
5. Sedang diinfus atau mendapatkan transfusi darah
Setiap orang yang sedang menjalani pengobatan dengan bantuan infus juga dianjurkan tidak berpuasa.
Karena, pasien tersebut sedang membutuhkan asupan nutrisi sepanjang hari untuk membantu memulihkan kondisi tubuhnya. Baik itu dalam bentuk infus cairan ataupun transfusi darah.