Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Karena salat, puasa, serta ibadah mereka kepada Allah. Selanjutnya, Allah akan menjadikan kecantikan wajah mereka seperti sinar cahaya, kehalusan tubuh mereka seperti sutra, kulit mereka berwarna putih, pakaian mereka berwarna hijau, perhiasan mereka berwarna kuning keemasan, ikat rambut mereka dari mutiara, dan sisir kepala mereka dari emas.”
Kemudian perempuan-perempuan yang hadir kala itu bertanya, “Apakah kami akan abadi dan tidak akan mati?” “Apakah juga kami akan selalu cantik jelita dan tidak pernah tua?” “Apakah kami akan hidup rukun damai serta tidak akan pernah dicerai selama-lamanya?” “Apakah kami akan senantiasa sejahtera dan tidak akan pernah sengsara juga selamanya?”
“Beruntunglah untuk laki-laki yang di dunia kami menjadi istrinya dan dia menjadi suami kami.”
Baca Juga Viral Pelajar SMA dan SMK di NTT Masuk Sekolah Jam 5 Pagi Tuai Pro dan Kontra
Kemudian, aku kembali bertanya kepada Rasulullah SAW
“Wahai Rasulullah, seorang perempuan di dunia dapat saja pernah menikah dua kali, tiga kali, atau empat kali dengan laki-laki yang berbeda, kemudian ketika si perempuan itu meninggal, ia masuk surga dan begitu juga dengan empat orang suaminya maka siapa yang akan menjadi suaminya di surga nanti?”
Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan disertai dengan kebaikan ganda, dunia, dan akhirat,” (HR ath-Thabrani).
Baca Juga Pemkot Bandar Lampung Akan Salurkan 50 Ribu Popok Bayi Bagi Masyarakat
Dialog Bidadari Surga dengan Wanita Dunia
Imam Syamsuddin Al-Qurthubi dalam Kitab At-Tadzkirah mengatakan bahwa para wanita bani Adam di surga semua usianya sebaya. Berbeda dengan bidadari surga yang mempunyai usia berbeda, ada yang muda dan ada yang tua sesuai selera masing-masing penghuni surga.
Ia selanjutnya menyebut tentang riwayat At-Tirmidzi tentang dialog para bidadari surga dan wanita dunia yang menghuni surga. Dari Ali RA, dia berkata memngenai Rasulullah SAW bersabda,

