Baca Juga Sudah 5 Kali Beraksi, Pelaku Spesialis Bobol Rumah di Bandar Lampung Berhasil Ditangkap
Beranjak umur dewasa, Angel Martinez bahkan tidak perlu bekerja keras untuk masuk universitas ternama di Filipina. Ia lolos ujian masuk tanpa mengikuti sekolah musim panas.
Akan tetapi kecerdasannya seakan sirna seketika di jenjang perkuliahan.
Angel Martinez kemudian berhasil masuk Universitas Ateneo de Manila, salah satu perguruan tinggi ternama di Filipina. Tetapi, segala kemudahan mendadak usai ketika ia sudah melewati tahun pertama perkuliahan.
Pada saat itu, Angel Martinez merasa bahwa dirinya dihadapkan pada kenyataan bahwa ia tidak sehebat itu. Ia mendapatkan nilai C untuk esai pertama kali di mata kuliah Bahasa Inggris karena disebut ‘kurang fokus’ dan ‘terbelakang’.
Baca Juga Mudah! 4 Cara Alami Turunkan Kolesterol dan Gula Darah tinggi
“Sepanjang hidup dikagumi sebagai anak genius, pada akhirnya saya tak mampu menghadapi kegagalan dengan baik. Saya dapat melakukan semuanya dengan sempurna dalam sekali coba, sehingga saya berpikir saya tidak dilahirkan untuk gagal. Bagi saya, kesalahan menunjukkan ketidakmampuan,” ujarnya.
Namun secara perlahan, Angel Martinez mulai menyadari bahwa dirinya bukan satu-satunya orang yang punya pemikiran cemerlang di kelas yang dipenuhi oleh mahasiswa cerdas.
“Saya masih ingat pada saat melakukan ujian tengah semester sastra di Filipina. Saya yakin akan meraih nilai terbaik karena menyamakan dongeng yang kami baca dengan perang Presiden Rodrigo Duterte melawan narkoba. Namun ternyata, teman-teman sekelas juga menulis hal serupa,” katanya saat bercerita.
Tidak hanya itu, Angel Martinez juga kerap kesulitan menghasilkan makalah. Ia pernah hanya mendapatkan nilai di bawah standar. Martinez bahkan tak mampu berpartisipasi dalam diskusi kelasnya.