Baca Juga Warga Bengkulu Ditangkap Polisi Karena Kedapatan Bawa Hewan Dilindungi dan Sisik Trenggiling
Angel Martinez merasakan tekanan besar dari semua orang dan dirinya sendiri untuk membuktikan kecerdasannya. Apalagi, ia tidak pernah perlu bersaing dengan siapa pun sebelum duduk di bangku perkuliahan.
Akan tetapi wanita asal Quezon City itu sudah terlarut dalam kekecewaan. Pada saat itu Ia kesulitan bangkit ketika mengalami kegagalan untuk pertama kalinya. Martinez mengalami stres terparah dalam hidupnya.
Situasi pandemi di 2019 silam yang membuatnya memaksanya berdiam diri di rumah semakin menghambat Martinez untuk berkembang.
Butuh waktu panjang bagi Martinez sehingga pada akhirnya ia mampu menerima kenyataan bahwa ia bukanlah orang yang terbaik di dunia ini.
Baca Juga Lagi Viral, Apa itu Nasi Minyak? Ahli Gizi Peringatkan Risiko Penyakit Ini
Ketika tengah menghadapi kenyataan, Martinez mengisi waktu dengan cara menulis lebih banyak dari sebelumnya. Kali ini, ia menemukan kenyamanan karena tak memiliki tenggat waktu dan tolak ukur.
“Selama berbulan-bulan, saya tanpa henti membangun portofolio dengan konten-konten yang mencerminkan minatku serta relevan dengan kenalan. Dukungan teman dan keluarga membantu saya untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri yang sempat hilang. Mereka menyemangati saya untuk mempublikasikan tulisan,” tuturnya.
Selama seminggu penuh, Martinez mengirimkan ide-ide tulisannya ke berbagai majalah dan platform baru yang mencari hiburan selama karantina. Ia sudah siap menerima kritik dan koreksi dari editor.
“Sebagai seseorang yang ingin tulisannya terbit, awalnya saya agak sedih dan kecewa ketika banyak yang harus direvisi dan dihapus. Tapi kalau dipikirkan lagi sekarang, proses ini mengajarkanku untuk menerima umpan balik. Saya bukanlah yang terbaik, dan tidak ada salahnya dengan itu,” ungkapnya.
Baca Juga Sekolah di Lampung Barat Larang Murid Bawa Lato-lato
Setelah melewati masa-masa tersebut, kini Martinez hanya bisa menertawai dirinya sendiri sambil melihat hasil tes psikologinya di masa kecil silam. Kendati sedemikian, ia tak pernah membenci masa kecilnya karena dari situlah ia menemukan hasrat untuk menjadi seorang.
“Lagi pula, menjadi anak berbakat bukanlah penggambaran akurat dari diri saya yang sebenarnya. Julukan ini hanya berfungsi sebagai pengingat bahwa saya dapat melakukan apa saja jika saya bekerja keras dan menyukai pekerjaannya,” tutup Martinez. (Dwi Puja Arrahman)